Penipu WO di Jerat Pasal 378

In Metropolis
follow :
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KASUS PENIPUAN WO : Galih Dharma Dewangga (31) saat menjalani sidang terkait kasus penipuan Wedding Organizer yang menjerat dirinya di Pengadilan Negeri Kota Depok Kels 1B, kemarin.

DEPOK–Terdakwa kasus penipuan yang dilakukan Galih Dharma Dewangga (31) dengan mengatasnamakan wedding organizer (WO) Khalisa, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok, Rabu (6/12).

Majelis Hakim yang diketuai Teguh Arifiano dengan hakim anggota Sri Rejeki Marsinta dan Raijah Muis mengadendakan pemanggilan saksi-saksi, yang merupakan korban dari Galih. Kesemua saksi tersebut merupakan salah satu pasangan yang menggunakan jasanya saat pesta pernikahan, jasa katering dan pengelola gedung.

Dalam kesaksiannya, saksi Gayanti Endah (25) mengaku, ia ditawari oleh Galih saat hendak melaksanakan pesta pernikahannya. Saat itu ia ditawari paket pernikahan dengan harga yang sangat murah namun mendapatkan fasilitas yang sangat banyak.

“Saya diprospek oleh Galih tanggal 20 Januari 2017 dengan harga Rp110 juta, tapi kalau langsung memberikan uang muka bisa di korting hingga Rp77 juta,” kata Endah yang mengaku di muka persidangan.

Terbujuk dengan rayuannya, Endah langsung memberikan uang muka kepada Galih selang dua hari setelah di prospek oleh Galih sebesar Rp10 juta.

Dikatakan oleh Endah, dengan paket tersebut, ia sudah mendapatkan fasilitas berupa Weeding Ring (cincin kawin), gedung, catring 1.000 porsi plus 8 gubuk kue, undangan 500, souvenir, hiburan organ tunggal, foto, penghulu, hingga honey moon tiga hari di Lombok.

“Saya percaya karena dia sempat memberikan bukti bukti keberhasilan dari acara yang pernah diselenggarakan oleh terdakwa,” beber Endah.

Setelah melakukan pelunasan dan menunggu pesta perkawinannya, h-2 jelang acara dirinya dihubungi oleh pihak pengelola gedung yang menyatakan kalau seluruh biaya mulai dari katering hingga sewa gedung belum dilunasi.

“Saya kaget dan saat saya hubungi terdakwa hpnya tidak aktif, dan sejak saat itu saya melaporkan terdakwa ke polisi,” sambung Endah.

Sementara itu, pengelola gedung, Rico mengatakan, sudah menemukan kejanggalan dengan kliennya yang sudah menjalin kerjasama selama satu tahun. Namun, hal tersebut tidak membuat baik para pihak maupun calon pengantin kapok dengan jasa yang ditawarkan oleh Galih.

“Karena dia punya track record yang baik sebelumnya, dari 6 wedding yang dilaksanakan di gedung kami, 4 sukses dan dua gagal,” kata Rico kepada Radar Depok.

Di dalam persidangan, Galih tidak mengelak perbuatannya. Dirinya mengaku melakukan penipuan karena dalam menjalankan bisnisnya ia menggunakan skema saling menutupi dari satu acara, dengan acara lainnya alias gali lubang tutup lubang.

Jaksa Penuntut Umum, Tohom Hasiholan mendakwakan terdakwa dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. “Pelaku diduga menipu calon korbannya untuk menguntungkan diri sendiri dengan rangkaian kebohongan, kami jerat dengan pasal penipuan dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Tohom.

Diketahui, Galih ditangkap oleh Polresta Depok pada Sabtu (16/9) karena kasus dugaan penipuan yang dilakukan sebuah wedding organizer(WO) bernama Khalisa. (ade)

You may also read!

Punya Program Sekolahkan Anak Yatim

follow :  DEPOK – Menanggulangi kenakalan remaja memang harus dimulai dari lingkungan. Pasalnya, pergaulan bebas mulai dilakukan oleh remaja

Read More...

Waluyo jadi Ketua LPM Cipas

follow :DEPOK – Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Kecamatan Cimanggis berlangsung kondusif. Pemilihan diselenggarakan

Read More...

Melihat Gowes Saba Kelurahan Tugu

follow :    Beberapa waktu lalu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis menggelar kegiatan Gowes Saba. Titik pertemuan dipusatkan di halaman

Read More...

Mobile Sliding Menu