Narkoba Raja Kejahatan 2017

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIMUSNAHKAN : Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari didampingi Wakapolresta Depok AKBP Arif Budiman, Humas Pengadilan Negeri Depok Teguh Arifiano, dan Kepala BNN Kota Depok M. Rusli Lubis memimpin pemusnahan barang bukti dari 467 perkara berupa Narkotika jenis sabu-sabu dan ganja, uang palsu, dan obat-obatan terlarang di Kejaksaan Negeri Kota Depok, kemarin.

DEPOK–Sebagai bukti komitmen dalam menumpas kejahatan di Kota Depok. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, memusnahkan ratusan barang bukti hasil kejahatan sepanjang tahun 2017, di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kamis (28/12).

Ratusan barang bukti yang dieksekusi Korps Adhyaksa tersebut,  merupakan barang bukti hasil kejahatan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inchract) yang dikeluarkan pengadilan. Yang  masih didominasi di 2017 kasus penyalahgunaan narkoba.

Kepala Kejari Kota Depok, Sufari mengatakan, kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan tahapan akhir, dalam penyelesaian suatu perkara setelah proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan selesai.

“Ini merupakan bagian terpenting dalam penanganan perkara, karena dengan diadakannya eksekusi ini, maka perkara tersebut dikatakan selesai atau tuntas,” kata Sufari kepada Harian Radar Depok usai melaksanakan pemusnahan barang bukti, Kamis (28/12).

Ia menjelaskan, seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan dalam kurun waktu akhir November 2016 hingga Desember 2017 yang telah incrahct. Ada kurang lebih 400 perkara, yang barang buktinya dimusnahkan.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain Narkotika golongan 1 jenis ganja 17,5 kg, sabu 0,6 kg, uang palsu pecahan Rp100.000 (200 lembar), Rp50.000 (1.048 lembar), dan obat obatan terlarang 216 butir Tramadol Hcl serta 325 butir Hexymer Trihexyphenibdyl. “Masih ada beberapa kantong tembakau gorila,” sambung Kajari.

Terkait banyaknya perkara, Sufari mengatakan, dibandingkan dengan tahun lalu, perkara kejahatan di Kota Depok mengalami peningkatan kurang lebih 10 persen utamanya dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

“Perkaranya justru meningkat kurang lebih 10 persen dari tahun lalu. Dominan narkoba, jenis Sabu,” katanya.

Kegiatan yang turut disaksikan oleh Humas Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok, Teguh Arifiano, Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, dan Kepala BNN Kota Depok, AKBP M. Rusli Lubis, tersebut dilakukan selama beberapa menit. Sempat membuat pengunjung baik awak media maupun tamu undangan harus menggunakan masker, karena pemusnahan barang bukti dilakukan secara dibakar.

Eksekusi dimulai dengan pemusnahan barang bukti berupa puluhan kilo ganja, tembakau gorila dan ribuan lembar uang palsu dengan cara dibakar didalam tong yang telah disediakan. Kemudian dilanjut dengan pemusnahan barang bukti, berupa ratusan gram sabu dan ratusan butir obat obatan dengan cara di blender dan dibuang kedalam bak untuk dimusnahkan.

Sementara itu, ditingkat peradilan. Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1B Kota Depok mencatat ada  735 kasus pidana umum yang masuk sejak Januari hingga Desember 2017. Diperkirakan hingga tutup tahun kasus yang masuk tidak akan lebih dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 750 kasus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Panitera Muda Pidana Umum PN Depok, Syafrida Ervina Daulay. Ia mengatakan, dari total kasus tersebut hampir 70 persennya merupakan perkara penyalahgunaan narkotika.

“Jumlah kasus pidana umum didominasi oleh kasus narkoba, hampir sekitar 70 persen kasus,” ucap perempuan yang kerap disapa Daulay tersebut.

Ia menegaskan, dari tahun ke tahun, kasus pidana umum berupa narkoba memang mengalami kenaikan. Sedangkan kasus pencurian kendaraan bermotor atau begal mengalami penurunan drastis sejak 2015. “Kalau kasus begal itu paling banyak ada pada 2015. Kalau saat ini sudah turun,” kata dia.

Lebih lanjut, dengan jumlah kasus pidana yang ada. Menurut dia, dapat diketahui sejauh mana kesadaran hukum masyarakat Kota Depok. Kasus pidana berupa penyalah gunaan narkoba yang meningkat dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pihak kepolisian mengurangi jumlah kasus tersebut di tahun berikutnya.

“Ya, adanya data bisa jadia acuan untuk pencegahan selanjutnya,” jelas dia. (ade)

You may also read!

Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri

Read More...

Satpol PP Kota Depok Tertibkan 71 Pedagang Liar Jalan Mawar

DEPOK – Sedikitnya 71 pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli), di belakang Pasar Depok Jaya dibongkar, kemarin.

Read More...

Petugas Kesehatan Se-Depok Dilatih Heat Plus

DEPOK – Petugas kesehatan di 35 Puskesmas se-Depok, dapat ilmu baru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Ilmu

Read More...

Mobile Sliding Menu