Ishbat Nikah Melindungi Hak Anak

In Metropolis
follow :
ADE/RADAR DEPOK
SIMBOLIS: Penyerahan buku nikah dari Kasubag TU Kemenag Kota Depok, Ma’sum kepada peserta ishbat nikah massal.

DEPOK – Pemkot Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengadilan Agama Kota Depok, kembali menggelar kegiatan ishbat nikah massal bagi masyarakat Depok.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Perpustakaan Kota Depok tersebut diikuti 20 pasang pengantin yang belum memiliki buku nikah.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Depok, Ma’sum mengatakan, pelaksanaan ishbat nikah massal merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Kemenag, Disdukcapil dan Pengadilan Agama pada bulan Januari 2017 lalu.

“Ishbat nikah massal pada hari ini adalah yang keenam, dan merupakan kegiatan ishbat nikah massal terakhir di tahun 2017,” kata Ma’sum di sela pelaksanaan isbat nikah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Depok, Umar Nasir Assubhi para Kepala KUA se-Kota Depok, Pengadilan Agama, perwakil Disdukcapil dan Asisten Hukum dan Sosial, Sri Utomo.

Kasi Bimas Islam Kemenag, Umar Nasir Assubhi mengungkapkan, ishbat nikah diperuntukkan bagi pasangan yang sudah pernah menikah namun tidak dicatatkan di KUA. Maka tidak ada jalan lain selain ishbat nikah.

“Salah satu fungsinya adalah, anak dari hasil pernikahan akan terbawa dan bisa dibuatkan akta kelahiran dan dimasukkan ke dalam kartu keluarga (KK),” kata Umar.

Sementara fungsi pencatatan di KUA adalah, guna mensahkan pernikahan yang sudah pernah terjadi dengan mengeluarkan buku nikah bagi pasangan tersebut, dan yang menentukan sesuai/sah atau tidaknya pasangan tersebut adalah melalui ishbat nikah, sebelum diterbitkan surat nikah.

“Adapun kriteria pokok atau persyaratan bagi bagi pasangan ishbat nikah adalah WNI ber-KTP Depok dan tidak mampu. Untuk tahun 2018 nanti juga sudah dianggarkan dan akan dilaksanakan per triwulan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil, Misbahul Munir menambahkan, akta nikah sangat diperlukan karena sebagai bukti adanya perkawinan dan jaminan bagi suami atau istri.

Serta tentunya akan melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut.

“Pengesahan pernikahan melalui ishbat nikah yang difasilitasi Pemkot Depok, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama pada dasarnya bukan hanya untuk keperluan negara. Tapi agama juga mewajibkan untuk mengesahkan perkawinan yang sudah dilaksanakan,” kata Munir.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis kepada peserta ishbat nikah, kartu keluarga diserahkan oleh Asisten Hukum dan Sosial, buku nikah oleh Kasubag TU Kemenag, dan sertifikat ishbat nikah diserahkan oleh hakim dari Pengadilan Agama. (ade)

You may also read!

Jakarta Siram Depok Rp17,5 Miliar

follow :DEPOK-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun ini memperhatikan infrastruktur Kota Depok, sebagai tetangga. Dana hibah kurang lebih Rp17,5 miliar

Read More...

Eti Hadiri Musrenbang di Jatijajar

follow :DEPOK – Politikus Partai Golkar Eti Susilawati turut andil dalam pembangunan di Kota Depok. Belum lama ini, ia

Read More...

150 Kader Partai Berkarya Depok Ikut Haul Pak Harto

follow :DEPOK – Sebanyak 150 pengurus dan kader DPD Partai Berkarya Kota Depok akan bertolak ke Jawa Tengah, untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu