Bos Pabrik Sabu Divonis 18 Tahun Penjara

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADARA DEPOK
VONIS PABRIK SABU : Muldani alias Dani dibawa petugas usai menjalani sidang putusan terkait pabrik sabu di Pengadilan Negeri Kota Depok Kelas 1B, kemarin. Majelis hakim menjatuhkan vonis 18 tahun penjara dengan denda sebesar satu milyar rupiah subsider satu bulan penjara.

DEPOK – Akhirnya, setelah mengalami penundaan selama 4 minggu berturut turut,  terdakwa kasus dugaan kepemilikan pabrik sabu-sabu di RT03/08, Kelurahan/Kecamatan Cinere, divonis Majelis Hakim.

Masing-masing terdakwa yakni Didit Driyantoro dan Muldani alias Dani mendapatkan hukuman yang sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Depok.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Darmo Wibowo Mohammad dengan hakim anggota Yuanne Marietta dan I Putu Agus menjatuhkan vonis hukuman untuk Didit Driyantoro 15 tahun, dan Muldani alias Dani 18 tahun dengan denda masing-masing Rp1 Miliiar subsider 1 bulan kurungan penjara.

“Dengan melihat pasal 129 huruf a, Jo 132 ayat 1 uu no 35 RI tentang narkotika maka majelis hakim menjatuhkan kepada masing masing terdakwa dengan hukuman penjara dan denda Rp 1 Miliyar subsider 1 bulan kurungan,” kata Darmo saat membacakan amar putusannya.

Divonisnya hukuman tersebut dilandasi dengan terbukti dengan benar dan sah keduanya bersama-sama melakukan permufakatan jahat, untuk memproduksi narkotika golongan I jenis sabu di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan/Kecamatan Cinere.

“Dimana perbuatan terdakwa ini sangat menyimpang dari amanat uu dan upaya pemerintah dalam memberantas narkotika,” tegas Darmo.

Kedua terdakwa tersebut merupakan teman sekaligus jaringan dengan terdakwa lainnya yang telah di vonis majelis hakim beberapa waktu lalu di PN Kota Depok yakni Eddy Suherman, Hidayatullah, Samsul Bahri, dan Ade Saputra.

Namun, keempat terdakwa tersebut mendapatkan keringanan hukuman dalam putusan yang dibacakan Majelis Hakim dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU.

Pengamat Hukum Pidana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta, Jamhari Hamzah mengatakan, penjatuhan hukuman terhadap para terdakwa tersebut dinilai sangat ringan, mengingat perbuatannya yang melakukan produksi barang haram narkotika golongan I.

“Seharusnya hukuman bisa lebih berat, minimal 20 tahun maksimal hukuman mati atau seumur hidup, karena mengingat perbuatan mereka,” kata Hamzah.

Diberitakan sebelumnya, keenam terdakwa tersebut digrebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), saat memproduksi narkoba jenis sabu di Perumahan Bumi Ismaya RT03/08, Kelurahan/Kecamatan Cinere. Dalam penggrebekan tersebut, BNN menangkap empat pelaku, dan dua pelaku lainnya ditangkap usai dilakukan pengembangan. (ade)

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu