666.517 Jiwa Belum Diimunisasi

In Utama

 

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
IMUNISASI DIFTERI : Sejumlah pelajar melakukan imunisasi Difteri di MIT Al-Qolam, Kecamatan Pancoranmas, Senin (11/12). Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah menekan penyebaran infeksi bakteri serta berpotensi mengancam jiwa anak-anak maupun orang dewasa.

DEPOK–Pekerjaan Rumah (Peer) Kota Depok sepertinya berat dalam melaksanakan Outbreak Response Imunization (ORI). Terbukti kemarin, dihari pertama pelaksanaan imunisasi anti Difteri, baru 2.318 anak yang disuntik. Angka tersebut masih jauh yang ditargetkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak  668.835 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noerzamanti Lies Karmawati mengatakan, kegiatan ORI serempak yang dilaksanakan di 11 kecamatan Kota Depok berjalan lancar di masing-masing kecamatan di Kota Depok. “Alhamdulillah semua berjalan lancar, para orang tua kooperatif dengan melakukan imunisasi terhadap anaknya,” kata Lies kepada Harian Radar Depok, Senin (11/12).

Lies mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Seroja 1 dan SDN 2 Sukamaju, Kecamatan Cilodong; Posyandu Matahari dan RW08 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanngis; di Puskesmas Sukatani, Kecamatan Tapos; RW14 dan RW19 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Sedangkan di Kecamatan Sawangan dilaksanakan di Posyandu Mawar dan Posyandu Bougenvile, Kelurahan Sawangan dan Posyandu Anggur RW03 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Bojongsari di Posyandu Mawar 1 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Beji Posyandu RW07 dan RW13 Kelurahan Depok Jaya. “Kecamatan Pancoranmas MIT Al-Qolam Posyandu 3 dan Kecamatan Limo di Posyandu RW01 Kelurahan Krukut,” beber Lies.

Dari total keseluruhan anak balita yang berhasil di imunisasi menurut data yang di peroleh, Lies mengatakan, ada 2.318 anak.  Dalam imunisasi tersebut diberikan vaksin DPT (sekarang vaksin DPT-HB-Hib). Tujuan dari vaksin tersebut untuk mencegah penyakit difteri (selain penyakit Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Hemofilus influenza type b). Pelaksanaan tersebut, lanjut Lies, diberikan kepada anak usia 1 – < 19 tahun. Terkait pelaksanaan, pihaknya akan terus melakukan imunisasi ini secara bergantian di berbagai puskesmas dan posyandu di Kota Depok.

Pantauan Radar Depok, saat pelaksanaan disejumlah wilayah masih belum sepenuhnya memenuhi target. Di Kecamatan Cilodong misalnya, terdapat dua puskesmas yang melakukan imunisasi difteri, pertusis dan tetanus (DPT). “Hari ini (kemarin, red), ada dua posyandu yang melakukan imunisasi, di Kelurahan Cilodong Posyandu Seroja I, dan di Kelurahan Kalibaru Posyandu Mawar I,” kata Kepala Puskesmas Cilodong, Ambar Wijajanti.

Dia mengatakan, di Posyandu Mawar I dari sasaran balita sebanyak 130 anak, baru 107 anak dan 22 anak-anak TK yang melakukan imunisasi. Sedangkan di Posyandu Seroja I dari sasaran 158 anak baru 106 anak yang disuntik.  “Sisanya yang belum imunisasi karena demam, dan belum boleh di imunisasi, tapi jika sembuh balita yang menjadi sasaran harus segera melakukan imunisasi, di Puskesmas Cilodong,” terang Ambar.

Menurutnya, untuk sementara pihaknya masih melakukan imunisasi pada balita, namun jika melakukan imunisasi pada anak 0-19 tahun sasarannya sangat banyak. “Kalau semua mau di imunisasi bisa ribuan anak,” ucap Ambar.

Sementara, Puskesmas Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, melakukan kegiatan vaksinasi atau imunisasi Difteri Kepada anak balita di Posyandu RW7 dan Posyandu RW13 Kelurahan Depok Jaya.

Petugas kesehatan Puskesmas Depok Jaya, Nunung Sari Ningsih mengatakan, imunisasi tersebut dilakukan guna memutus penularan Difteri yang sedang menjangkit beberapa wilayah di Indonesia belakangan ini. “Imunisasi kali ini diberikan kepada anak berusia 1 sampai 5 tahun,” terangnya.

Dia menambahkan, selama ini belum pernah ada temuan Difteri di Puskesmas Depok Jaya, dan kalaupun ada biasanya langsung dibawa ke Rumah Sakit besar karena puskesmas Depok Jaya belum memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani penyakit Difteri. “Puskesmas Depok Jaya akan mengadakan Imunisasi anti difteri dalam tiga tahap yaitu, tahap pertama bulan ini, kedua bulan januari dan ke tiga bulan juli tahun depan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Posyandu Melati, RW07, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, dalam kegiatan imunisasi kali ini ada sebanyak 36 balita dari target 40 balita di RW07 Kelurahan Depok Jaya yang sudah di imunisasi. Dia juga mengatakan, empat orang balita di wilayahnya tidak dapat mengikuti imunisasi diakibatkan sedang kurang. “Nanti kalau mereka sudah sehat orang tuanya bisa membawa langsung anaknya untuk diimunisasi di Puskesmas Depok Jaya,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Posyandu Mawar , RW 13 , Keluhan Depok Jaya, Husein mengatakan di Posyandu anggrek sebanyak 52 anak balita sudah di vaksinasi dari sasaran 70 anak balita. Sama halnya dengan posyandu Melati, masih terdapat balita yang kurang sehat dan tidak bisa mengikuti vaksinasi di Posyandu Mawar dikarenakan kurang sehat.

Penelusuran Radar Depok tak sampai disitu. Salah satu dokter Puskesmas Kecamatan Cimanggis yang menangani Difteri di Posyandu Matahari RW04, Kelurahan Curug. Agustina Maya Sari mengatakan, untuk imunisasi di posyandu diperuntukkan untuk usia 0- <7 tahun, sedangkan usia > 7 tahun akan diimunisasi di sekolah masing-masing.

“Di sini yang dibawah 7 tahun. Alhamdulillah Cimanggis sendiri belum ada yang terkena difteri, insyaallah tidak ada, makanya ini mengantisipasinya dengan imuniasi,” kata Agustina Maya Sari.

Ia mengatakan, ada beberapa anak yang tidak dapat diimunisasi akibat dalam keadaan tidak sehat, seperti demam, batuk, pilek atau lainnya. Oleh karenanya, anak tersebut harus sembuh dari sakitnya setelah itu baru dapat diimunisasi, dan layanan tersebut ada di puskesmas masing-masing Kelurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Kelurahan Cisalak Pasar, untuk tahap satu ini imunisasi digelar hingga 23 Desember 2017. Puskesmas Cipas baru memulai imunisasi pada 13 Desember besok.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Mohamad Subuh kepada Harian Radar Depok dalam pernyataan rilisnya menyebutkan, di Jawa Barat terdapat 123 kasus dengan 13 kematian yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Kasus terbanyak ada di Purwakarta dengan 27 kasus disusul Karawang dengan 14 kasus.

Sementara, di Banten terdapat 63 kasus dengan 9 kematian. Sampai sekarang ada 3 orang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, 2 pasien dari Kota Tangerang dan 1 orang dari Depok.

Tingkat penularan difteri, lanjut Subuh, sangat tinggi karena penularan bakteri melalui percikan ludah saat bersin atau batuk, itu sangat mudah menular. Karena itu, dirinya menekankan untuk melakukan ORI, artinya pemberian imunisasi ulang secara massal kepada seluruh wilayah yang terdapat kasus difteri.

“ORI dilakukan 3 putaran. Jarak pemberian putaran pertama dan kedua adalah 1 bulan, sedangkan jarak antara putaran kedua dan ketiga adalah 6 bulan. Putaran pertama dilaksanakan pada 11 Desember 2017, dilanjutkan pada 11 Januari dan 11 Juli 2018,” tegas Subuh.

Untuk saat ini ORI akan dilakukan di 12 kabupaten/kota. ORI di DKI Jakarta akan dilakukan di Jakarta Utara dengan target 512.208 orang, dan Jakarta Barat dengan target 722.202 orang.

Sementara, di Jawa Barat akan dilakukan di Purwakarta dengan target 310.150 orang, Karawang 713.087 orang, Kota Depok 668.835 orang, Kota Bekasi 836.660 orang, dan Kabupaten Bekasi 1.100.446 orang.

Selain itu, di Banten akan dilakukan di Kota Tangerang dengan target 618.509 orang, Kabupaten Tangerang 1.189.124 orang, Kabupaten Serang 526.270 orang, Kota Serang 238.491 orang, dan Kota Tangerang Selatan 478.594 orang.

Menurut Subuh, seluruh Kepala Dinas Kesehatan menyatakan siap melaksanakan ORI 3 putaran dan Kemenkes menyiapkan logistiknya. Subuh meminta kepada semua warga untuk lindungi diri sendiri dengan memastikan anggota keluarganya telah memiliki status imunisasi lengkap mengingat penyebaran difteri sudah semakin berkembang.(cr1/cr2/ind/ade)

You may also read!

Persiapan UNBK SMPN Depok 100 Persen

DEPOK –Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, pastikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP Negeri siap 100 persen. Penegas tersebut,

Read More...

Ayat-ayat Alquran Menggema di Mekarjaya 1 Depok

DEPOK – SDN Mekarjaya 1 menghelat Isra Mi’raj, kemarin. Tak hanya Isra Mi’raj, sekolah di Jalan Flamboyan, Kelurahan Mekarjaya,

Read More...

SDN Tanah Baru 1 Depok Istigosah

DEPOK – Jelang Ujian Sekolah (US) pada 23-25 April, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 3-5 Mei. SDN Tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu