Keluarga Tak Kasat Mata

In Hiburan, Metropolis
ADE/RADAR DEPOK
MEET AND GREAT : Para pemain Keluarga Tak Kasat Mata menyambangi penontonnya saat melakukan Gala Premiere di di CGV Blitz D’Mall, Minggu (20/11).

DEPOK–Jagat perfilman Indonesia tak akan lepas dengan genre film horor. Film yang selalu memacu jantung saat menonton, menjadi salah satu kegemaran Indonesia. Teranyar, Max Pictures kembali menghadirkan film bergenre horor dengan judul “Keluarga Tak Kasat Mata”. Meskipun pangsa film horor di Indonesia sangat digemari oleh masyarakat, tak serta merta film yang diambil dari kisah nyata tersebut sama dengan film horor lainnya.

Sebuah film yang diangkat dari cerita nyata dan pernah dituliskan oleh Bounaventura Genta di sebuah media online dan dibaca oleh lebih dari 10 juta pasang mata ini, mencoba memberikan pesan moral kepada para penikmat film.

Hal tersebut diungkapkan oleh penulis naskah, Bounaventura Genta. Ia mengatakan, selama ini beberapa film bergenre horor kerap kali menampakkan wajah seram dan menakutkan secara fisik. Semacam kuntilanak atau pocong yang kerap diperlihatkan di layar bioskop.

“Berbeda dengan film ini, saya tidak ingin menonjolkan sosok hantu yang orang sudah melihat, tapi ingin menampilkan sosok hantu yang baik berpenampilan baik dan sebagainya,” kata Genta usai menghadiri Gala Premiere Film Keluarga Tak Kasat Mata di CGV Blitz D’Mall, Minggu (20/11).

Dengan begitu, lanjut Genta, ia ingin menegaskan bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk yang tak terlihat dengan mata “juga untuk saling menghargai antara kita makhluk berwujud dengan mereka yang tak kasat mata,” lanjut Genta.

Genta menambahkan, setiap scene yang ditampilkan dalam film tersebut, merupakan kisah nyata yang pernah ia alami saat masih bekerja di salah satu perusahaan Agency di kawasan Sleman, Yogyakarta. Saat itu, ia merasakan sekaligus melihat sosok yang berbeda setiap harinya di perusahaan tersebut, namun tidak kasat mata.

“Setiap hari, baik pagi siang malem, ada saja keanehan, misalnya ada benda bergerak sendiri, bahkan hinngga menampakkan sosoknya,” lanjut Genta.

Kemudian Genta menggali dari berbagai informasi bahwa kantor yang ditempati perusahaannya itu, dulunya adalah rumah yang dijadikan sebagai tempat pesugihan atau mencari kekayaan dengan meminta dan memuja kepada setan.

”Dan, konon mereka yang kerap hadir di kantor itu adalah korban atau tumbal untu mendapat kekayaan,” ungkap Genta.

Akhirnya, Genta yang bekerja selama 4 tahun diperusahaan tersebut memutuskan untuk menuliskan kejadian yang ia alami dalam sebuah cerita dan disebarkan melalui media sosial.

“Nama keluarga itu tercipta karena, sosok yang saya lihat berbeda beda, ada tukang kebunnya, juru masaknya, dan sebagainya, dan mereka hadir tidak mengganggu, namun hanya ingin menunjukkan diri bahwa dia ada,” kata Genta.

Film yang semestinya tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 23 November 2017 tersebut, memberikan kesempatan pada para penikmat film untuk menyaksikan Gala Premiere yang dilakukan sejak tanggal 16 November mulai dari  Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, dan Yogyakarta.

Selain Genta, Gala Premiere tersebut juga dihadiri oleh pemain dalam film tersebut yakni Deva Mahendra (berperan sebagai Genta) dan Wizzy (berperan sebagai Andrea, teman Genta).

Dave Mahendra, pun tampak antusias ketika menyapa sejumlah penonton yang hadir untuk menonton aktingnya. Meski baru pertama kali bermain dalam film horor, Dave mengaku tidak terlalu canggung. Semua adegan dalam film itu dilakoninya dengan apik.

“Semua genre film itu sama, baik itu drama maupun horor sama saja. Perbedaannya kalau horor syutingnya prioritaskan malam bahkan sampai subuh,” tandasnya.(ade)

You may also read!

Setengah Bulan Tanpa Ilmu, Disdik Depok: Aspirasi Akan Disampaikan ke Pusat

DEPOK – Jika ini benar, anak didik di Kota Depok akan ketinggalan pelajaran. Kemarin, puluhan guru honorer, yang tergabung

Read More...

Pasar Kemirimuka Depok Tidak Bisa Diesekusi

DEPOK – PT Petamburan Jaya Raya (PJR) semakin terpojok saja. Kemarin, dalam sidang lanjutan Derden Verzet, sengketa lahan Pedagang

Read More...

Sebulan TMMD Garap Cipayung, Kota Depok

DEPOK – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 pada Tahun 2018 resmi dibuka, di Lapangan Serong, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu