DKD Sukses Gelar Lenong Betawi

In Hiburan, Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PELESTARIAN BUDAYA: Ketua DKD, Nuroji bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriata ditengah pemain lenong Betawi usai pagelaran bertajuk “Mat Depok : Pernikahan di Ujung Bedil” di Panggung Betawi Ngumpul, Sabtu (18/11).

DEPOK – Pagelaran Lenong Betawi bertajuk “Mat Depok : Pernikahan di Ujung Bedil” yang diinisiasi Dewan Kesenian Depok (DKD) bersama Sanggar Betawi Ngumpul terbilang sukses.

Pasalnya, meski baru diguyur hujan, ratusan warga antusias menyaksikan even di Panggung Betawi Ngumpul, Sabtu (18/11).

Ketua DKD, Nuroji mengucap syukur lantaran acara yang dilaksanakan berjalan lancar dan sukses. Meski sebelumnya sempat diguyur hujan.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat yang menyaksikan pertunjukan lenong ini, menandakan masih banyak yang peduli terhadap salah satu budaya asli Indonesia. Sehingga, perlu mendapat dukungan dari pemerintah, Khususnya Kota Depok untuk berkolaborasi menjaga budaya ini agar tidak punah.

“Alhamdulillah berjalan sukses dan ramai penonton,” kata Nuroji.

Nuroji yang menyusun skenario pertunjukan lenong bertajuk “Mat Depok : Pernikahan di Ujung Bedil”  menjelaskan sinopsis cerita. Kata dia, tokoh utama dalam cerita tersebut adalah Deran. Deran atau dikenal sebagai mat Depok seorang jawara asal Tanah Baru Depok yang terkenal pada masa perang kemerdekaan bersama dengan kawan-kawannya, yakni Sengkud, Ceker, Camat, Nata dan lain-lain.

“Mereka kecewa karena tidak direkrut sebagai tentara oleh negara karenanya mereka membentuk laskar pejuang sendiri untuk membantu perjuangan di Depok Selain itu juga kegiatannya merampok orang-orang kaya yang hasilnya dibagi-bagi ke rakyat,” ulas Nuroji.

Selain jawara, sambung Nuroji, Deran juga terkenal jago memikat wanita cantik,  bersama kawan-kawan tadi berniat mengajak rekannya di Bekasi, yaitu Nur Ali, Rojali dan Piih untuk bersama menyerbu gedung peluru di kediamann tuan Kompeni Van Buluken. di perjalanan mereka mampir ke sebuah rumah warung orang tuanya Nyai Emah, kebetulan mereka berjumpa dengan Emah yang saat itu pulang kampung dari bekerja dengan Tuan Van Buluken. Seketika Deran jatuh cinta pada Nyai Emah, padahal, ia sebagai tunangannya Van Buluken yang mengantarnya pulang ke kampung sambil melihat kebun karetnya di Cikarang.

Akhirnya, lanjut Nuroji, terjadi keributan antara Van Buluken, Emah dan Deran. Dengan keberaniannya ia berhasil menculik Emah dari rumah Van Buluken, karena tidak terima Van Buluken memburu Deran yang saat itu sudah membawa kabur Emah dan menitipkannya di Sawangan, di rumah guru silatnya kong Misar.  Deran melanjutkan perjuangannya menyerbu Belanda.  Namun naas, sebelumnya Deran tertangkap Belanda dan disiksa di penjara,” lanjutnya.

Dari pertunjukan ini, pihaknya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa lenong bukan sekadar guyonan belaka, melainkan mengandung nilai-nilai historis yang patut direnungkan. Ia pun berharap kesenian tradisional tersebut dapat terus dinikmati generasi kekinian. “Saya hanya berupaya untuk melestarikan kesenian tradisional asli yang belum dikembangkan,” katanya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang berkesempatan datang mengapresiasi gelaran tersebut. Secara khusus, kata dia, berkumpul dengan para pelaku seni membuat dirinya bisa lepas. Lepas dari beban pekerjaan dan kesibukan.

“Merasa guyub (kumpul) saja. Saya sangat menikmati pertunjukan ini,” beber dia.

Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini memuji pertunjukan yang mampu meleburkan antara seni teater dan lenong. “Kesenian seperti ini patut dilestarikan terus,” tukas dia.

Anggota DPRD Kota Depok, Rezky M. Noor pun mengaku terharu melihat, pertunjukan lenong yang ide ceritanya ditulis sendiri oleh suaminya (Nuroji) ini dihadiri banyak masyarakat.

“Alhamdulillah, rame yang nonton. Makasih ye. Terharu,” ucapnya dengan logat Betawi kental.

Sebelum menampilkan pagelaran Lenong Betawi, mata dan telinga penonton dimanjakan dengan sejumlah penyanyi Gambang Kromong yang menjadi pasangan dalam sebuah pertunjukan lenong. (cky)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu