Menilik Sejarah Tugu Cornelis (2-habis) Peringatan 200 Tahun Merdeka, Sempat Dihancurkan Tahun 1952

In Satelit Depok, Wilayah Depok

PANCORANMAS, DEPOK – Perjalanan Cornelis Castelein tidak hanya membekas di bangunan-bangunan dan tanahnya saja, tetapi ada sebuah monumen bersejarah yang ditujukan untuk mengenang Cornelis Castelein, yakni Tugu Cornelis.

Tugu yang sekarang ini berada di Rumah Sakit Harapan di Jalan Pemuda

INDRA/RADARDEPOK
SEJARAH: Ferdy Jonathans menunjukan foto peta Kota Depok dimasa kepemimpinan Cornelis Chastelein.ok, 

, Kecamatan Pancoranmas tersebut, dibangun oleh 12 marga yang dahulunya adalah budak Cornelis yang bawa dari daerah Makassar, Bali, dan daerah timur lainnya di Indonesia pada tahun 1914.

Tugu tersebut, adalah simbolis sebagai kenangan telah dimerdekakannya 150 budak setelah Cornelis Castelein meninggal di tahun 28 Juni 1714. Itu berdasarkan pada surat wasiat yang ditinggalkan.

Berdasarkan keterangan dari Bidang Sejarah di Yayasan Lembaga Cornelis Castelein (YLCC), Ferdy Jonathans, sebenarnya Tugu Cornelis bernama Monumen Pembebasan dari Ikatan Perbudakan, sesuai dengan sejarahnya.

“Tugu tersebut adalah bentuk kemerdekaan, dan dibangun setelah 200 tahun meninggalnya Cornelis Castelein,” ucapnya kepada Radar Depok.

Bukan tanpa hambatan ketahanan tugu tersebut untuk berdiri tegak. Di tahun 1952, Tugu Cornelis sempat dibongkar oleh 12 marga tersebut. Hal itu terjadi, karena di tahun tersebut ada sentimen terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Belanda. Oleh karena itu, khawatir menjadi sasaran amarah pejuang kemerdekaan, Tugu Cornelis diratakan.

“Kami mengalami trauma panjang, dan tidak berani memiliki niatan untuk membangun tugu tersebut,” katanya.

Sampai akhirnya pada tahun 2014, YLCC di periode kepemimpinan Ferdy Jonathans memberanikan diri untuk membangun ulang Tugu Cornelis di tempat yang sama.  Hal ini pun mendapat persetujuan dari 12 marga yang dahulunya menjadi budak Cornelis Castelein.

Pembangunan Tugu Cornelis bukannya tanpa halangan, sebelum dibangun, pihak YLCC tidak mendapat penolakan dari beberapa pihak yang salah satunya Pemkot Depok di era Walikota Nur Mahmudi Ismail. Tetapi, berkat keseriusan dan sejarah panjang keperanan Cornelis Castelein di Kota Depok, akhirnya mendapatkan persetujuan untuk pembangunan Tugu Cornelis dari Pemkot Depok.

Ada satu hal yang masih dinanti-nanti oleh Fredy, yakni janji dari Pemkot Depok untuk menjadikan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas, sebagai cagar budaya di Kota Depok. Karena, memiliki sejarah yang sangat panjang dalam perkembangan Kota Depok. Dari jaman kepemimpinan Nur Mahmudi sampai Muhamad Idris, Gapura Cagar Budaya belum Juga terealisasi.

“Kalau Tugu Cornelis selalu dirawat oleh YLCC, sifatnya situasional saja. Jika, catnya sudah memudar atau ada kerusakan, baru diperbaiki,” tutup Ferdy Jonathans. (cr1)

You may also read!

Setengah Bulan Tanpa Ilmu, Disdik Depok: Aspirasi Akan Disampaikan ke Pusat

DEPOK – Jika ini benar, anak didik di Kota Depok akan ketinggalan pelajaran. Kemarin, puluhan guru honorer, yang tergabung

Read More...

Pasar Kemirimuka Depok Tidak Bisa Diesekusi

DEPOK – PT Petamburan Jaya Raya (PJR) semakin terpojok saja. Kemarin, dalam sidang lanjutan Derden Verzet, sengketa lahan Pedagang

Read More...

Sebulan TMMD Garap Cipayung, Kota Depok

DEPOK – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 pada Tahun 2018 resmi dibuka, di Lapangan Serong, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu