Goodbye Persikad

In Depok Sport, Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MASIH SEPI : Pengendara sedang melintas di depan Stadion Sepak Bola Kota Depok, Jalan Merpati Raya, Pancoranmas, kemarin. Markas Persikad tersebut sampai saat ini belum digunakan untuk pertandingan dari klub asal Depok tersebut.

DEPOK–Pencinta sepak bola Kota Depok bakal kehilangan tim kebanggaan berjuluk Serigala Margonda. 2018, Persikad yang resmi dimiliki Jakarta Indonesia Hebat (JIH), kabarnya akan diboyong ke Lampung atau Pontianak. Padahal, diawal 2017 Persikad sudah kembali ke Kota Depok.

Pengurus lama Persikad, Adi Gunaya menjelaskan, setelah beberapa kali mengalami tarik ulur kepemilikan, kini tim Serigala Margonda resmi dimiliki oleh PT Jakarta Indonesia Hebat. Hal tersebut dikarena tidak mampu lagi mengelola tim. Terlebih, saat ini Persikad masuk dalam Liga 2 kompetisi Liga Indonesia. Sehingga menjualnya kepada orang lain. “Sekitar Maret 2017, saya telah menjualnya kepada PT. Jakarta Indonesia Hebat,” kata Adi saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Selasa (27/9).

Adi mengatakan, selain utang-utang yang melanda tim tersebut, anggaran untuk membiayai kesebelasan dalam satu musim sangatlah tinggi, dan butuh support dari Pemerintah Kota Depok.

“Dalam satu musim bisa menghabiskan antara Rp3 sampai 4 miliar, dan kondisi tersebut Pemerintah Kota Depok tidak mampu untuk mengelolanya, jadi ya mau diapakan lagi,” lanjut pria yang akrab dipanggil Adi Kumis tersebut.

Beredar kabar, Persikad akan diboyong ke dua kota yakni antara Pontianak dengan Lampung pada tahun 2018 mendatang. Namun, Adi menyerahkan sepenuhnya kepada Jakarta indoensia Hebat. “Kalaupun mau dibawa kesana, ya itu kewenangan pemilik Persikad sekarang,” tegas Adi.

Sementara itu, Assisten Kota (Askot) PSSI Kota Depok, Yuyun Wirasaputra mengatakan, sudah lama tidak mengikuti perkembangan Persikad, karena telah lama sudah tidak dikelola oleh Pemerintah Kota Depok. “Sudah lama itu dikelola oleh swasta, jadi saya tidak tahu lagi perkembangannya,” kata Yuyun.

Yuyun mengungkapkan, persoalah yang dialami oleh Persikad memang telah lama terjadi, sejak tahun 1990 mengalami permasalahan yang sangat besar. Salah satunya utang yang tertunggak sejak bertahun-tahun, hingga pemain yang belum dibayarkan gajinya.

“Pengurus tidak berdaya untuk menyelesaikan utang-utang tersebut, jadi ya harus diakui kalau Kota Depok tidak mampu mengelola Persikad,” katanya.

Diketahui, Persikad sempat mengalami tarik ulur kepemilikan, sebelumnya diketahui Persikad mengalami dualisme kepemilikan antara Adi Gunaya dan Lilik Nugroho. Namun akhirnya, Adi Gunaya melalui PT Persikad Paricara Dharma mengambil alih Persikad dari Direktur Utama Lilik Nugroho.

Jauh sebelumnya juga, Persikad sempat diambil alih pengusaha Edi Joenardi pada tahun 2009 silam. Saat itu, Edi yang merupakan Komisaris Utama PT Indonesia Heavyequipment, dan berjanji akan melunasi semua utang-utang Persikad. Termasuk gaji pemain yang belum dibayar selama 10 bulan. Namun, seiring perjalanan waktu perusahaan tersebut gagal pula dan manajemen membatalkan akusisi tim tersebut.

Pada tahun 2015 Persikad juga sempat “dilego” ke Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan bahkan kemudian berganti nama menjadi Persikad Purwakarta. Namun, seiring terpilihnya Mohammad Idris sebagai walikota, tim berjuluk “Serigala Margonda” itu akhirnya diboyong kembali ke Depok.(ade)

You may also read!

3.200 Guru Honor di Depok Mogok Ngajar

DEPOK – Pagi ini, ratusan guru honorer si-Kota Depok ontrog gedung DPRD Kota Depok, di Jalan Boulevard, Grand Depok

Read More...

18 Lagu Slank Rockin Fest

DEPOK – Sukses menghentak rangkaian tour Sumatera Agustus lalu. SUPERMUSIC kembali mempersembahkan event bertajuk Rockin Fest. Menariknya, Supermusic kali

Read More...

2020 Pemprov Jabar Tata Situ Depok

DEPOK – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, berencana menjadikan Depok sebagai destinasi wisata situ atau danau. Alasannya, Depok memiliki

Read More...

Mobile Sliding Menu