Selamatkan Penyebrang Jalan dengan Alat Bantu

In Satelit Depok
TERBANTU: Salah seorang warga sedang menggunakan alat bantu penyebrangan buatan Aiptu Sudjud ketika hendak menyebrang ke puskesmas. Foto : Ade/Radar Depok

Plang hitam bertuliskan “Polsek Sawangan, Alat Bantu Penyebrangan” serta bertuliskan beberapa himbauan Kamtibmas menjadi pemandangan baru di sisi jalan dekat pintu masuk Komplek Perumahan Rivaria. Tak hanya itu, dibawah plang tersebut juga tergantung beberapa buah bendera berwarna merah bertuliskan “stop”.

Laporan : Ade Ridwan Yandwiputra/Radar Depok

Semakin meningkatnya volume kendaraan yang melintasi jalan raya bukan hanya menimbulkan kemacetan, lebih dari itu persoalan lain pasti mengintai seperti kecelakaan lalu lintas dan keamanan pejalan kaki.

Seperti di Jalan Raya Muchtar, padatnya arus lalu lintas tak jarang masyarakat yang bimbang ketika hendak menyebrang. Ratusan kendaraan yang tak henti melintasi jalan tersebut, salah satu alasannya.

Bak seorang superhero, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bedahan, Aiptu Sudjud Sugiarto meciptakan sebuah alat yang bertujuan membantu para penyebrang yang kesulitan ditengah padatnya arus lalu lintas.

Kini, alat tersebut telah tersedia di empat titik yakni di depan Puskesmas Sawangan dua titik saling berseberangan, serta di depan kantor Bank BTN yang dua titik dan saling berseberagan. Alat tersebut, merupakan sebuah bendera yang berukuran 50x30cm bertuliskan stop dengan gagang.

Dijelaskan oleh Aiptu Sudjud, teknis penggunaan benda tersebut yakni para pejalan kaki yang hendak menyebrang, hanya tinggal mengambil sebuah bendera layaknya wasit hakim garis dalam pertandingan sepak bola, dan berjalan perlahan dengan mengangkat bendera tersebut.

“Alasan ditaruh disitu, karena aktifitas warga banyak disana seperti yang hendak ke sekolah, minimarket dan puskesmas ditambah tidak tersedianya zebra cross membuat ide saya guna menciptakan sesuatu yang dapat membantu masyarakat,” ujar Sudjud kepada Radar Depok.

Lebih jauh pria yang telah berdinas di kepolisian sejak tahun 1994 tersebut, mengatakan, total dirinya membuat 12 bendera dan empat papan penyangga bendera yang bertuliskan “Polsek Sawangan, Alat bantu Penyebrangan” serta diisi dengan pesan-pesan kamtibmas.

“proses pengerjaannya kurang lebih seminggu lebih, dan Proses pembuatannya saya kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan dari orang lain. Karena ini menjadi bagian tugas saya,” katanya.

Ayah dua orang anak ini mengungkapkan, mempercayakan kepada masyarakat untuk menjaga hasil karyanya tersebut guna kepentingan bersama. “saya hanya berharap itu dijaga, karena buat kepentingan bersama,” katanya. (*)

You may also read!

Wakil Walikota Depok Rayakan HUT Republik Indonesia ke-73 di Tanah Suci

DEPOK –  Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) bagi Pradi Supriatna. Biasanya saat merayakan HUT

Read More...

Pelaku Penculikan Bayi di Depok Terancam 15 Tahun Penjara

DEPOK – Jumiyanti pelaku penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, di Jalan Flamboyan RT6/2, Sukmajaya, Jumat (27/4) lalu, seperti bakal

Read More...

Sumbang Lombok-Beri Penghargaan di HUT RI

DEPOK – Sang saka Merah Putih berkibar lapang di Balaikota, saat perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8).

Read More...

Mobile Sliding Menu