Berharap Penahanan Nuryanto Ditangguhkan

In Metropolis
SAKSI : Seorang saksi yang dihadirkan dari pihak tergugat saat persidangan praperadilan kasus investasi fiktif pandawa group. Foto : ADE/RADAR DEPOK

RADAR DEPOK.COM– Ratusan nasabah Pandawa Group kembali memenuhi Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok, Rabu (19/7). Masih dalam usaha yang sama, para pendukung Dumeri alias Salman Nuryanto yang diwakili Yayasan Perjuangan Rakyat Malang (Yaperma), menuntut keadilan terhadap pimpinan Pandawa Group tersebut dengan gugatan praperadilan.

Dalil Gugatan praperadilan kasus Dumeri alias Salman Nuryanto yang diajukan Yaperma antara lain karena penangkapan tidak sah, penahanan tidak sah, dan penyitaan aset yang tidak sah. Lalu, meminta agar Dumeri alias Salman Nuryanto dilakukan penangguhan penahanan.

Sidang yang dikomandoi Hakim tunggal Teguh Arifiano, dimulai pada pukul 12.00 WIB. Namun para nasabah sudah mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB. Adapun agenda yang dibacakan dalam persidangan kali ini antara lain pembuktian tertulis dan saksi-saksi.

Pihak penggugat yakni Yaperma menghadirkan, empat orang saksi dalam persidangan tersebut. Sementara, dari Polda Metro Jaya sama sekali tidak menghadirkan saksi.

Ketua Yaperma, M Ansory mengatakan, dalam tuntutan tersebut dia ingin, agar Salman Nuryanto diberikan penangguhan penahanan. Karena dalam proses BAP-nya Salman Nuryanto diintimidasi oleh pihak dari kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya.

“Kami menuntut bapak (Salman Nuryanto) diberikan penangguhan, karena menurut keterangan para saksi yang dihadirkan, BAP yang didapat oleh Polda dari hasil pemerasan pemukulan, dan penyiksaan,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Tak hanya itu, dengan ditahannya Salman Nuryanto, hak para nasabah juga tercabut. Sehingga menurutnya banyak nasabah yang menderita, “Ini yang ingin kita cegah,  supaya korban – korban tidak terjadi lagi. Pak Nur bisa diberikan penangguhan penahanan. Nantinya Pak Nur bisa mengembalikan hak nasabah,” lanjutnya.

Mengenai proses hukum yang sedang berjalan lanjut Ansory, dia tidak akan mengintervensi karena itu merupakan hak kepolisian dan kejaksaan. Dia hanya ingin hak para nasabah dikembalikan. “Jika penangguhan penahanan ini dikabulkan, kami tidak akan menuntut balik, yang penting seluruh keluarga Pandawa tidak sengsara, tidak menjerit, dan tidak menderita,” tegasnya.

Sementara itu, Bidang Hukum Polda Metro Jaya, AKBP Syamsi mengatakan, alasan dia tidak menghadrikan saksi dalam persidangan tersebut, karena pihaknya telah yakin kalau kasus tersebut akan terus berlanjut.

“Saya pikir sudah sangat cukup, karena semua fakta hukum sudah selesai. Bahkan mungkin minggu ini sudah mulai sidang. Disamping itu kami juga telah melampirkan seluruh permintaan dari tergugat berupa jawaban dan bukti bukti yang kami lampirkan,” tutupnya. (ade)

You may also read!

Walikota Depok, Mohammad Idris Lobi Kang Emil Soal UMK

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan

Read More...

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

DEPOK – Sebuah mobil sedan terbakar hebat di Jalan Nurul Falah, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, Selasa (20/11) siang.

Read More...

1 Abad Hizbul Wathon, 106 Tahun Muhammadiyah Perjuangkan Dakwah dan Pendidikan

DEPOK – Ribuan kader Muhammadiyah memadati lapangan HW menggelar apel akbar di kawasan Beji Timur, memperingati milad 1 Abad

Read More...

Mobile Sliding Menu