Gengster Hambat Depok Kota Layak Anak

In Metropolis

RADAR DEPOK.COM – Maraknya gengster motor atau geng motor menjadi kendala Kota Depok mewujudkan mimpi mejadi Kota Layak Anak. Musababnya, tidak sedikit anggota gengster motor berusia remaja dan kerap melakukan tindakan kriminalitas, demi sebuah nama kelompoknya.

Menurut warga Kelurahan Sawangan Baru, Budi Winarto (34). Maraknya gengster motor di Kota Depok menjadi keresahan masyarakat saat ini. Tidak sedikit, gengster motor tidak segan melukai korban yang mejadi sasaran kebrutalan dan ingin melambungkan nama kelompoknya. Hal ini berbanding terbalik dengan upaya Pemerintah Kota Depok yang tengah berusaha mewujudkan Depok menjadi kota layak anak.

“Ironisnya, gengster motor beranggotakan remaja tanggung atau masih duduk dibangku sekolah,” ujar Budi kepada Radar Depok, kemarin.

Budi menungkapkan, Pemerintah Kota Depok harus memperhatikan fenomena yang terjadi seperti sekarang ini. Menurutnya, usia remaja merupakan masa keemasan dalam menuntut ilmu membentuk jati diri guna menatap masa depan. Namun, yang terjadi sekarang ini, sebagian remaja di Depok lebih memilih membentuk jati diri dengan hal negatif, salah satunya bercimpung menjadi anggota gengster motor atau kelompok bersifat anarki.

Budi meminta, Pemerintah Kota Depok harus segera bertindak sebelum banyak remaja yang salah jalan, sehingga tersandung hal negatif lainnya. Selain itu, upaya orang tua dan bimbingan dari pihak sekolah menjadi faktor pendorong, guna remaja lebih mengerti bagaimana membentuk jati diri dengan baik.

“Kalau semua bersinergi dan remaja yang terlibat gengster dapat diredam, bukan tidak mungkin mempi Kota Depok menjadi kota layak anak dapat terwujud,” terang Budi.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku, keberadaan geng motor yang banyak melibatkan remaja menjadi catatan tersendiri dan merasa kecolongan. Keterlibatan remaja dalam geng motor diluar prediksi Pemerintah Kota Depok, dan hal itu menjadi permasalahan khusus yang harus segera mendapatkan penanganan bersama.

Guna tidak menghambat Depok menjadi Kota Layak Anak, sambung Pradi perlu adanya informasi dan sinergitas antara kepolisian, Pemerintah Kota Depok, dan institusi lainnya. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi lingkungannya dinilai sangat penting, apabila ada sekelompok remaja berkumpul dengan tujuan tidak jelas dan bukan hal positif, lebih baik segera dibubarkan.

“Kalau sudah bergerombol, dibubarkan saja atau memberikan laporan kepada kepolisian,” tutup Pradi. (dic)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu