Katar Cimpaeun Buka Usaha

In Satelit Depok
KREATIF: Wakil Ketua Katar Kelurahan Cimpaeun, Ajie Juaeni (kanan) dan Sekretaris Andi Suhandi, berada di Kedai RCE, di RT01/05. Foto: Ricky /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, CIMPAEUN – Sebagai bukti konkret pengembangan ekonomi kreatif berbasis kepemudaan, Karang Taruna (Katar) Kelurahan Cimpaeun membentuk kelompok usaha bersama dengan nama Kedai coffe RCE di RT01/05, Kelurahan Cimpaeun, Tapos.

RCE sendiri merupakan kepanjangan dari Remaja Cimpaeun Enterprise yang diinisiasi Wakil Ketua Katar Cimpaeun, Ajie Juaeni.

“Ini bukti pengembangan ekonomi kreatif dari remaja,” tutur Ajie kepada Radar Depok, kemarin.

Meski Pemkot Depok terus menggaungkan pemberdayaan pemuda melalui ekonomi kreatif, tetapi belum mencakup permodalan dan lainnya. Untuk itu, ia berinisiasi mengumpulkan pemuda yang berjiwa entrepreuner untuk mengembangkan Kedai RCE di mana pengelolaan sepenuhnya diberikan kepada para pemuda. “Di sini pemuda yang mengelola. Alhamdulillah sudah berjalan tiga bulan,” terangnya.

Apa yang dilakukan Ajie dapat berkembang, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda di Kelurahan Cimpaeun, serta menjadi inspirasi bagi pemuda di wilayah lain.

“Ini dapat mengarahkan pemuda pada kegiatan positif dan menghasilkan income bagi mereka. Semoga menjadi inspirasi semua pihak dan pemuda di Kelurahan Cimpaeun Tapos terus berkarya,” paparnya.

Ajie menambahkan, untuk informasi terkait lokasi, menu yang disajikan dan fasilitas di Kedai RCE, pihaknya sudah membuat akun instagram di @kedai_rce dan Facebook di Group KEDAI RCE.

“Kami juga mempromosikan usaha kami di medsos, sudah banyak yang tanya-tanya lokasi di medsos dan kemudian datang untuk berkunjung ke kedai,” tandasnya.

Sekretaris Katar Cimpaeun, Andi Suhandi menambahkan, modal awalnya berasal dari urunan para pemuda yang mayoritas tergabung dalam wadah Katar Kelurahan Cimpaeun.

“Karena pemegang sahamnya banyak yaitu remaja Cimpeun, Pembagian keuntunga pemegang saham akan dibagi rata, karena investasi  awal disamakan kepada semua pemuda yang mau terlibat,” sambung Andi.

Tidak memandang pemuda itu dari orang kaya atau tidak mampu, untuk modal investasi awal per orang Rp2 juta yang dicicil selama tiga bulan. Jika dalam tiga bulan belum bisa memenuhi kewajiban nilai investasi, anggota masih diberikan waktu sampai enam bulan berjalan.

“Kan nggak semua punya modal besar, harus dicicil. Tujuannya memang untuk merangkul pemuda yang berjiwa entrepreuner bergabung,” tandas Andi. (cky)

You may also read!

Baznas bantu korban rumah rusak di bojongsari

Baznas Kota Depok Bantu Tiga Rumah Rusak di Bojongsari

BANTUAN : Baznas Kota Depok di dampingi anggota DPRD Kota Depok dan KecBojongsari mengunjungi rumah

Read More...
volcano team buka kelas

Volcano Team Buka Kelas Reguler Plus

LATIHAN : Atlet Taekwondo Volcano team dari Cakra Rajasa Club berfoto bersama sebelum melakukan pemanasan

Read More...
Alumni FMIPA UI

Alumni FMIPA UI Gelar Pertandingan

TANDING : Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berfoto bersama menjelang pertandingan melawan tim

Read More...

Mobile Sliding Menu