WASPADAI KETERLAMBATAN BICARA PADA BUAH HATI ANDA

In Ruang Publik

Tahukah Anda kapan bayi belajar bicara, mengenal kata dan memiliki kemampuan berbahasa? Jawabannya adalah sejak ia dilahirkan. Ya, sejak ia baru dilahirkan. Bingung bukan?. Bayi baru lahir sudah mahir ‘berbicara’ lho, ia menangis atau rewel untuk mengungkapkan rasa tidak nyaman. Tahapan – tahapan perkembangan bahasa dimulai sejak dini. Pada akhir bulan ke tiga kehidupannya, bayi belajar memproduksi suara spontan berupa rangkaian suku kata ‘oi’ atau ‘ey’. Pada bulan keenam, bayi suka mengoceh dan mengeluarkan rangkaian kata berirama ‘dadada’ atau ‘mememem’. Akhir bulan kesembilan, bayi dapat mengulang atau menirukan kata sederhana seperti ‘mmamaaa’ atau ‘babbaa’.Pada tahun pertama kehidupannya, diharapkan bayi sudah melafalkan kata-kata bermakna, misalnya memanggil ‘mama’.

Gangguan bicara merupakan salah satu masalah yang sering terdapat pada anak-anak. Menurut National Center for Health Statistics (NCHS) USA,  berdasarkan laporan orang tua, angka kejadian gangguan bicara 0,9% pada anak di bawah usia 5 tahun, dan 1,94% pada usia 5-14 tahun. Prevalensi keterlambatan perkembangan berbahasa di Indonesia belum pernah diteliti secara luas. Data di Departemen Rehabilitasi Medik RSCM tahun 2006, dari 1125 jumlah kunjungan pasien anak terdapat 10,13% anak terdiagnosis keterlambatan bicara dan bahasa.

Lalu kapankah kita harus memaspadai keterlambatan kemampuan bicara pada anak?. Pembaca sekalian kita harus mewaspadai keterlambatan bicaradan menghubungi dokter apabila : pada usia 7 bulan bayi belum mengoceh; pada usia 10 bulan bayi belum mengucap suku kata; pada usia 18 bulan bayi belum memiliki enam kosa kata yang dapat dipahami oleh orang tua dan keluarganya; pada usia 2 tahun sulit merangkai kalimat.

Untuk mencegah keterlambatan bicara, orang tua yang memiliki bayi dapat membantu bayinya untuk belajar bicara menggunakan metode parentese. Parentese adalah cara berkomunikasi orang tua yang memudahkan bayi untuk mengingat dan menirukan kata, parentese berbicara dengan intonasi yang berlebihan dan menggunakan beberapa variasi nada suara namun tetap menggunakan artikulasi yang jelas. Tips parentese adalah dengan berbicara di dekat wajah bayi (sekitar 20 cm) saat bayi baru lahir, jangan lupa untuk menjaga kontak mata dan menggunakan ekspresi yang jelas seperti dengan tersenyum lebar, menggerakan alis atau bibir. Saat melakukan parentese, gunakan ucapan pendek, singkat dan memberikan tekanan pada akhir kata atau kalimat, misalnya : “ini, mamaaaaa….”.  Hal yang terpenting adalah parentese harus dilakukan secara berulang-ulang, berikan jeda agar bayi dapat memberikan responnya. Berikan tanggapan yang positif dan perhatikan jika bayi mulai ikut beceloteh. Perhatikan respon bayi dan lihat apakah ada respon bayi yang tidak sesuai dengan usianya. Apabila hal tersebut terjadi, kemungkinan bayi Anda perlu stimulasi yang lebih intens atau terjadi keterlambatan perkembangan bicara/bahasa.

Sebuah jurnal yang ditulis Mainizar (2013) menginformasikan bahawa keluarga khususnya orang tua sangat berperan dalam membina dan mengembangkan kemampuan bahasa pada anak, agar anak berkomunikasi secara aktif dan efektif dalam kehidupannya kelak ketika dia dewasa.

Orang tua adalah guru yang terbaik. Rumah adalah lingkungan yang baik untuk pendidikan anak. Marilah kita belajar untuk memberikan stimulasi bagi anak kita agar tidak terjadi keterlambatan bicara. Memang diperlukanketelatenan dan kesabaran, namun hal tersebut menjadi tanggungjawab kita sebagai orang tua agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi yang gemilang.

 

Kontributor :

Maylan Wulandari

Mahasiawa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Kontak : maylanwulandari@gmail.com

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu