Membuka Kedok Manis Calon Pemimpin

In Ruang Publik

Oleh : Sephy Lavianto SE MM – Pengamat Politik

Ada istilah bahwa menjadi pemimpin adalah bersedia berjalan di jalan yang sunyi, mengapa? Karena ketika seseorang sudah bertekad menjadi pemimpin maka disitu ia akan dihadapkan pada banyak kepentingan yang datang bersamanya ketika bergerak mewujud menjadi pemimpin. Kali ini pembahasan akan menyasar kepada para pemimpin daerah yang dalam perjalanannya menjadi pemimpin didasari oleh keinginan berinovasi mengubah yang lama menjadi sesuatu yang lebih inovatif dan dapat menjadi lebih baik, contoh ketika ingin naik menjadi pemimpin daerah maka ia akan melihat kondisi nyata daerah tersebut yang mungkin jika ia terpilih nanti akan segera ada perubahan, tetapi itu adalah kondisi ideal jika memang benar tetapi banyak yang didapati adalah ketika terpilih maka daerah tersebut ya tidak terjadi apa – apa karena warga sendiri sudah terbiasa menerima keadaan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut maka kita sebagai warga harus dapat melihat apakah para calon pemimpin ini benar – benar akan bekerja mewujudkan janji – janjinya ketika terpilih nanti dan siapa yang hanya berkedok manis saja.

Mudah saja untuk melihat siapa yang akan bekerja mewujudkan perubahan – perubahan yang akan membawa kebaikan apabila calon ini dalam awal kampanyenya bisa memberikan suatu janji yang terukur dan dapat diterangkan dengan kalimat sederhana yang diteruskan melalui model – model kampanyenya ke masyarakat secara sederhana dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat akan tetapi sebaliknya apabila dalam janji – janjinya bersifat universal, tak terukur, tidak dapat dicerna dengan kalimat sederhana dan cenderung memberi janji surga maka dapat dipastikan apabila calon ini menjadi pemenang maka akan sangat sulit bagi masyarakat untuk menagih janjinya.

Sebagai pemilih yang cerdas kita dihadapkan kepada kemampuan untuk melihat dan menganalisa kondisi daerah kita karena ada di daerah tertentu pada saat sebelum terpilih dan setelah terpilih daerah tersebut masih mengalami hal yang sama untuk masalah tertentu, contohnya banjir, apabila daerah terpaan banjir sebelumnya hampir mayoritas maka jika memang ada kerja yang dilakukan oleh sang pemenang maka daerah terpaan banjir seharusnya berkurang tetapi apabila tidak berkurang dan cenderung bertambah maka bisa dipastikan memang tidak ada inovasi yang dilakukan dalam pemerintahannya.

Berkedok manis memang layak dilakukan karena hal inilah yang dapat menarik simpati pemilih dan kebusukan yang dibungkus oleh kesantunan bisa membuat buta para pemilih karena kaitannya dengan psikologi massa yang cenderung senang melihat yang santun dan permisif walaupun pada akhirnya meninggalkan kemerosotan. Menjadi pemilih yang cerdas saat ini harus mempunyai skill literasi terhadap setiap informasi yang masuk baik itu melalui media elektronik, cetak dan internet, kaitannya dengan internet dimana filter informasi ada dalam kontrol kita maka kemampuan literasi sangat diperlukan dan sekarang dimana sebagian besar kita adalah pemilik “media” yaitu “media sosial” yang berupa akun – akun di facebook, twitter, path, instagram serta pemilik “grup media” yaitu admin

Whatsapp grup, telegram, line, dan milis maka kemampuan memfilter informasi yang akan kita keluarkan, bagikan, serta ungkapkan sangat dibutuhkan karena jangan sampai kita menjadi korban dari informasi hoax yang jahat dengan tujuan mempengaruhi pandangan kita terhadap calon – calon yang bertanding untuk merebut suara kita.

Adalah hak kita untuk menjaga dan mengawal hasil pemilihan, jangan sampai kita para pemilih hanya menjadi komoditi lima tahunan yang akhirnya hanya akan menjadi deretan jumlah yang bisa diperjualbelikan serta data yang kita berikan menjadi hanya sebagai bahan statistik, oleh karena itu mari cerdas dalam membuka kedok manis para pelayan kita karena hanya kita yang berhak menagih janji – janji mereka bukan pada akhirnya para pemimpin ini menjadi sandera kepentingan dari pihak – pihak yang mengantarkan mereka menjadi pemimpin.

Ada kalimat yang tepat untuk para pemimpin yaitu “Jika tindakan Anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih dan menjadi lebih, berarti Anda pemimpin” – John Quincy Adams

Mari bersama kita saksikan perubahan dari pilihan kita – ditujukan untuk para pemilih yang akan dan sedang melakukan proses pemilihan kepala daerah.

 

Biodata penulis :

Nama : Sephy Lavianto SE MM

Profesi : Dosen, Pengamat Politik, Penulis, Praktisi Internet Marketing

Lembaga : Ketua Forum Komunikasi Peduli Depok, Direktur Indonesia Institution Watch, Kepala Bidang Hubungan Antar Alumni Prasetiya Mulya kawasan Bali dan Indonesia Timur

Facebook : sephy lavianto

Email : sephylavianto59@gmail.com

No HP : 0811-840-6910

Domisili : Renon – Denpasar

 

You may also read!

Persiapan UNBK SMPN Depok 100 Persen

DEPOK –Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, pastikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP Negeri siap 100 persen. Penegas tersebut,

Read More...

Ayat-ayat Alquran Menggema di Mekarjaya 1 Depok

DEPOK – SDN Mekarjaya 1 menghelat Isra Mi’raj, kemarin. Tak hanya Isra Mi’raj, sekolah di Jalan Flamboyan, Kelurahan Mekarjaya,

Read More...

SDN Tanah Baru 1 Depok Istigosah

DEPOK – Jelang Ujian Sekolah (US) pada 23-25 April, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 3-5 Mei. SDN Tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu