Ojek Online Diwanti-wanti Dishub

In Metropolis

 

DIINGATKAN : Kabid Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas, Sariyo Sabani tengah memberikan sosialisasi kepada ojek online di Jalan Kartini, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Menjamurnya ojek online menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Tidak sedikit, ojek online yang tengah menunggu penumpang kerap memarkirkan kendaraannya tidak sesuai peruntukannya. Melihat hal itu, Dishub memberikan sosialisasi dan selebaran tentang peraturan perundang-undangan dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok, kemarin.

Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas Dishub Depok, Sariyo Sabani mengatakan, masih ada beberapa ojek online menyalahi peraturan berlalu lintas. Salah satunya, saat menunggu penumpang ojek online kerap menggunakan trotoar sebagai tempat parkir. Padahal, terotoar digunakan untuk pejalan kaki bukan untuk parkir kendaraan. “Kami telah memberikan sosialisasi kepada ojek online tentang ketertiban umum,” ujar Sariyo kepada Radar Depok, kemarin.

Sariyo menjelaskan, penertiban yang dilakukan guna meningkatkan efektivitas arus lalu lintas dan penggunaan ruang lalu lintas. Dalam selebaran tersebut ojek online diingatkan tentang Undang-Undang No23 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Peraturan Menteri Perhubungan No PM 32 tahun 2016, Perda Kota Depok No2 tahun 2012, Perda Kota Depok No16 tahun 2012, dan Peraturan Pemerintah No74 tahun 2014.

Mengacu kepada peraturan, sambung Sariyo Pemkot Depok melakukan pembatasan, larangan parkir, ngetem bagi kendaraan roda dua maupn roda empat dibadan jalan, bahu jalan, dan trotoar yang diperuntukan pejalan kaki di Kota Depok. Sariyo menilai, sejumlah jalan seperti Jalan Margonda Raya, jalan Arif Rachman Hakim, Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kartini, Jalan Juanda, dan Jalan tembus Dewi Sartika-Arif Rachman Hakim banyak ditemukan ojek online disekitar badan jalan. “Sosialisasi telah kami berikan, apabila masih ada yang melanggar kami tidak segan memberikan sanksi,” terang Sariyo.

Sariyo menuturkan, pemberian sanksi tidak hanya berlaku kepada ojek online. Angkot yang ngetem maupun parkir tidak pada tepatnya tidak luput dari pemberian sanksi. Sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan perundang-undangan maupun aturan yang berlaku.

Salah seorang pengemudi Ojek Online, Eka Nugraha menuturkan, pemberian sosialisasi tentang penertiban yang akan dilaksanakan Dishub sempat membingungkan dirinya. Dia mengakui, setiap menunggu penumpang dia kerap menggunakan badan jalan. Namun, penggunaan badan jalan tidak terlalu lama dikarenakan hanya sebatas menunggu penumpang yang telah memasan jasanya.

“Kalau memang untuk kebaikan, kami pasrah saja. Tetapi harus adil, angkot maupun mobil yang ngetem dan berhenti tidak sesuai tempatnya juga diperlakukan yang sama,” ucap Eka. (dic)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu