Tiga Pilar Wujudkan Smart City

In Metropolis

 

SINERGI : Tiga pilar Kota Depok saat menyosialisasikan panic button dan hallo polisi di salah satu ruangan gedung Balai Kota Depok, dalam mendukung Kota Depok sebagai smart city, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kota Depok kini telah bermetamorfosa sebagai Kota Metropolitan di Provinsi Jawa Barat. Depok tengah mewujudkan menjadi kota Smart City. Guna mendukung hal tersebut, tiga pilar terus menyosialisasikan Panic Button dan Hallo Polisi yang dikeluarkan Polresta Depok dalam meningkatkan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolresta Depok, Kombes Herry Heriyawan mengatakan, Depok merupakan sebuah kota metropolitan yang menjadi tujuan masyarakat baik dalam perekonomian, permukiman, maupun pendidikan. Untuk itu, dalam visi dan misi Pemkot Depok ingin menjadikan Depok seabagai Smart City.

Guna mendukung program pemkot, Polresta Depok membuat inovasi dalam meningkatkan pelayanan keamanan berbasis teknologi, yakni Hallo Polisi dan Panic Button.

“Kami mendukung Depok menjadi smart city, diantaranya dengan meluncurkan aplikasi Hallo Polisi dan Panic Button,” ujar Herry kepada Radar Depok, dalam sosialisasi tiga pilar di gedung Balaikota Depok, kemarin.

Herry mengungkapkan, sebagian masyarakat Kota Depok dapat dipastikan telah memiliki handphone berbasis android. Guna mempercepat pelayanan dan peningkatan keamanan masyarakat, aplikasi tersebut dapat dimiliki di handphone mereka.

Dengan begitu, apabila ada kejadian gangguan kamtibmas masyarakat dapat menggunakan aplikasi panic button dan hallo polisi. Sehingga anggota kepolisian akan dengan cepat mendatangi ketempat masyarakat yang membutuhkan bantuan menggunakan aplikasi tersebut.

Tidak hanya itu, sambung Herry kepada anggota yang mampu dan sigap membantu masyarakat yang tengah membutuhkan bantuan menggunakan panic button dan hallo polisi, akan diberikan reward atau penghargaan. Menurutnya, pemberian reward guna meningkatkan semangat anggota kepolisian dalam membantu masyarakat.

“Anggota akan kami beri reward sehingga akan menambah gairah semangat dalam membantu masyarakat,” terang Herry.

Dandim 0508 Depok, Letkol Inf Slamet Supriyono menuturkan, panic button dan hallo polisi menjadi sebuah solusi dalam meningkatkan keamanan dan kondusifitas masyarakat Kota Depok.

Sebagai bagian dari tiga pilar, dia menargetkan 1.600 masyarakat telah memiliki panic button dan hallo polisi. Untuk itu, dia telah meminta babinsa guna mengajak masyarakat menggunakan panic button dan hallo polisi.

“Minimal satu hari ada dua orang masyarakat memiliki aplikasi panic button dan hallo polisi,” kata Slamet. (dic)

You may also read!

ustad beben meninggal

GDC Belum Melayat Ustad Beben

IKHLAS : Orang tua Almarhum Beben, Dedeh Rosdinah saat berbincang dengan kerabatnya di Perum Griya

Read More...
Cabor Faji Kota Depok berprestasi

Mengenal FAJI Depok : Raih Emas di Porda dan Kejurnas (2)

JUARA : Atlet FAJI Depok berfoto bersama saat memenangi Kejurnas FAJI di Tasikmalaya. FOTO :

Read More...
Anggota Wantimpres Dato Sri tahir

Dato Sri Tahir, Orang Terkaya di Anggota Wantimpres

Dato Sri Tahir dilantik Presiden Jokowi menjadi anggota Wantimpres 2019-2024, Jumat (13/12). FOTO : JPNN.COM   JAKARTA

Read More...

Mobile Sliding Menu