Andika Merasa Disudutkan Saat Prescon

In Metropolis
MELURUSKAN : Suasana saat Prescon untuk mengklarifikasi permasalahan SMA Negeri 13 Depok dengan Andika Ramadhan Febriansah di aula kantor Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Kamis (19/1). Foto : Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Prescon yang semula untuk mengklarifikasi permasalahan SMA Negeri 13 Depok dengan Andika Ramadhan Febriansah, malah menjadi forum yang menyudutkan mantan guru honorer tersebut.

Bahkan, selain menghadirkan komite dan wali murid yang pro pihak sekolah, ada LSM yang hadir untuk menyatakan dukungan terhadap pihak sekolah terus membuat pernyataan yang menyudutkan Andika saat prescon di aula kantor Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Kamis (19/1).

“Saya diundangnya pun malam sekali sekitar pukul 21:30 WIB. Jujur, saya merasa di sini hanya ada undangan yang pro terhadap pihak sekolah,” kata Andika saat dikonfirmasi wartawan.

Dirinya merasa disudutkan dalam forum tersebut, tetapi biar bagaimanapun, Andika coba menjelaskan kepada orang tua murid apa itu studi merdeka yang dipermasalahkan. Sebab, tidak ada satu orang tua murid pun yang protes ketika anaknya tergabung dalam studi merdeka. “Itu yang saya luruskan dan silahkan klarifikasi ke mereka,” tutur Andika.

Kendati demikian, dirinya tetap akan memperjuangkan haknya untuk mengajar, sehingga anak murid yang mendukung Andika dan diintimidasi dari pihak sekolah bisa senang ketika gurunya kembali mengajar. “Saya tetap tempuh cara agar hak saya untuk bisa mengajar bisa kembali. Saya bakal menolak jika tetap ditaruh di perpustakaan,” tegasnya.

Andika mengakui, dirinya keukueh ingin mengajar di SMAN 13 Depok, hal ini dilakukan demi anak didiknya, karena jika hanya merunut gaji atau honor, dirinya tidak sejahtera di sana. “Mohon maaf, karena anak-anak memperjuangkan saya, saya pikir, saya harus ada dan hadir untuk mereka. Apakah ada jaminan anak-anak tidak apa-apa setelah saya tidak ada di sana,” ucap Andika.

Diakui Andika, saat ini dirinya belum lulus sarjana strata satu (S1). Dia saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di UNJ. Sekolah berdalih mengalihfungsikan Dika karena statusnya yang belum S1. “Saya akui itu. Tapi mengapa tidak sejak awal dipertanyakan,” geramnya.

Sementara, Kepala SMAN 13 Depok, Mamad Mahpudin mengatakan, klausul SK yang dibuat untuk Andika sudah jelas, dalam SK itu jika terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya. “Kekeliruannya salah satunya sudah mencantumkan nama gelar, pendidikan terakhir, itu terakhir.

Jadi kami sekolah baru tidak memiliki tenaga TU, jika main salah-salahan, kenapa beliau (Andika) ketika menerima SK yang terdapat kesalahan tidak konfirmasi. Jadi kami punya kewenangan untuk memperbaiki itu. SK tersebut berlaku satu tahun,” kata Mahpudin.

Dia menjelaskan, awalnya ketika tahun ajaran baru, ada guru honorer keluar, saat itu sekolah kekurangan tenaga pengajar bidang sejarah. Dan ketika Andika melamar akhirnya diterima dengan pertimbangan CV dan nilai-nilainya bagus. “Dengan harapan dapat memajukan SMAN 13,” jelasnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini SK untuk Andika terus berlaku. Hanya, dialihfungsikan karena perbaikan SK. “jika Andika tidak bersedia, itu hak dan kewenangan dia. Sesuai dengan kontrak kami tidak akan mengeluarkan Andika,” imbuhnya.

Ditanya terkait langkah dan upaya hukum yang akan dilakukan Andika, Mahpudin mengaku belum tahu kedepannya seperti apa dan delik apa yang akan diajukan. “Kami tidak tahu delik apa yang diajukan,” pungkasnya.

Salah satunya P. Ia menyesalkan yang dihadirkan orang tua bukan dari anak yang ikut dalam study merdeka. Dan menganggap study merdeka yang dibentuk sangat membantu anaknya untuk lebih kreatif. “Tadinya anak saya diam, setelah klarifikasi lanjutan jadi interaktif. Kami justru kehilangan dan sedih,” tutur P yang meminta namanya tidak dipublis.

Menurut dia, metode pengajaran yang dilakukan Andika berbeda dan menyenangkan untuk anak, karena tidak monoton dan tidak membosankan. “Saya kebetulan punya grup WA wali murid, ibu-ibunya juga pada sedih.

Tapi bagaimana pun, saya tetap mengikuti peraturan sekolah. Hanya saja, saya bersama orangtua murid yang lain agar pak Andika dapat mengajar kembali,” ucap P. (cky)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu