2017, Fokus Infrastruktur

In Politika

DEPOK – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Masturo mengatakan bahwa di 2017 akan memprioritaskan pembangunan sekolah SMP di wilayah Kecamatan Beji dan Cipayung.

Selain itu, lanjut Edi, pihaknya juga akan melanjutkan pembangunan taman kota atau taman layak anak di tiap kelurahan.

“Pembangunan taman layak anak itu sudah 40 persen dari jumlah 63 kelurahan yang ada di Kota Depok,” katanya kepada Radar Depok, kemarin.

Edi menambanhkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok di Kecamatan Sawangan yang belum rampung, kata dia, akan dilanjutkan kembali di 2017.

“Di 2017 memang difokuskan pembangunan infrastruktur untuk taman layak anak, membangun sekolah SMP dan melanjutkan pembangunan RSUD,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk pembangunan infrastruktur masih menjadi bangunan yang harus dilakukan di Kota Depok. Untuk perbaikan jalan yang belum terealisasi untuk dibangun, faktornya adalah gagal lelang.

“Jadi, bangunan prioritas itu akan dilanjutkan kembali,” katanya.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, masalah utama pembangunan di Depok, yakni pemerintahnya yang belum bisa membangun struktur dan ruang kota. Apalagi, saat ini Depok, sudah menjadi kota metropolitan yang menduduknya di atas 1 juta.

“Masalah utama di Depok struktur kotanya,” ucapnya.

Ia menuturkan dalam pembangunan tata ruang mengenai pusat kegiatan dan jaringan pelayanannya belum tersebar di semua wilayah. Pusat kegiatan di Depok, hanya terkonsentrasi di kawasan Margonda.

“Depok itu Margonda sentris. Pembangunan belum tersebar,” katanya.

Ia menuturkan kemacetan menjadi masalah utama juga di Depok. Soalnya, Depok belum bisa mengembangkan jalan baru. Padahal, pembangunan beberapa ruas jalan tol, menuntut Depok, mesti membuka jalan baru.

Menurutnya, sistem jaringan jalan tingkat kota sudah harus dikembangkan dan dipikirkan dari sekarang. Ditambah, kata dia, Depok yang mulai membatas izin perumahan harus memikirkan sistem perumahan yang akan didorong di kota itu.

“Depok akan mengembangkan perumahan horisontal atau vertikal,” ucapnya.

Ia menambahkah Depok juga harus mampu mengembangkan konsep transit oriented development (TOD) baru. Soalnya, di Depok banyak stasiun kereta, jalan tol. Dan beberapa simpul di kawasan tersebut bisa menjadi pusat kegiatan baru.

TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran. Selain itu, TOD merupakan upaya memaksimalkan penggunaan angkutan masal seperti Busway, kereta api kota, kereta api ringan, serta dilengkapi jaringan pejalan kaki dan sepeda.

Sayangnya, dia berujar, Depok belum memanfaatkan pembangunan jaringan jalan tol maupun kereta api, untuk dijadikan pusat kegiatan baru.

“Depok lebih banyak didominasi pengembangan permukiman,” imbuhnya.

“Banyak yang harus diperbaiki, agar TOD tidak terpaku hanya itu saja (Margonda),” paparnya. (irw)

You may also read!

Ilustrasi harga emas

Harga Emas Rekor Tertinggi Selama 7 Tahun Terakhir

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Harga emas dunia menembus posisi tertingginya dalam 7 tahun terakhir. Bahkan sampai ke

Read More...
sanggar pengasinan kidul 3

Telisik Sanggar Pengasinan Kidul : Urut dan Pupuh Tiap Maulid, Miliki Jurus Mematikan (3-Habis)

KUNJUNGI : Rombongan Radar Bogor dan Radar Depok saat mengunjungi perguruan pencak silat Sanggar Pengasinan

Read More...
oase edukasi hukum andi tatang

Berharap Jadi Oase Edukasi Hukum

KOMPAK : Lawyer Andi Tatang Supriyadi (tengah) foto bersama dengan timnya disela acara peresmian kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu