Satu Tewas, Kritis dan Jantungan **Bentrok Akibat Sengketa Lahan

In Metropolis, Uncategorized

CIPAYUNG  –  Seorang pria tewas Herman Lantang dan satu kritis Deden Sudarmono, akibat terkena sabetan senjata tajam, Jumat (16/12). Perkelahian ini pecah akibat dua kelompok pemuda di Jalan Raya Cipayung, RT06/10, Bojong Pondok Terong, Cipayung cekcok soal sengketa lahan.

Kejadian itu bermula Jumat (16/12) sekira jam 16.00. WIB, sebuah rumah yang berada disamping warung kopi tersebut didatangi beberapa orang yang mengaku dari salah satu kelompok pemuda. Pada saat kelompok pemuda tersebut datang ke lapak, kelompok pemuda yang berjumlah dua orang ini meminta, agar lapak Hermanto dipindahkan.

Namun, Hermanto yang menempati lahan menolak, sehingga terjadi cekcok. Pada saat terjadi keributan, anggota kelompok pemuda yang bernama Herman Lantang alias Bule mengeluarkan pedang dan akan membacok Hermanto, tetapi oleh Hermanto pedang tersebut berhasil ditangkap, sehingga terjadi rebutan pedang. Hermanto minta tolong kepada adiknya Usman untuk mengambilkan celurit yang berada di kamar, namun yang keluar membawa celurit adalah Zaenal Arifin dan langsung membacok Herman lantang als Bule.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hamonangan Nadapdap mengatakan, dalam kejadian tersebut seseorang bernama Herman Lantang alias Bule (33) meninggal dunia, akibat hujaman senjata tajam dibeberapa bagian tubuhnya.

“Sedangkan satu lagi bernama Deden Sudarmono alias Igo kini dalam perawatan intensif di RS Citama Pabuaran Bojonggede,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Keesokana harinya unit jatanras Sat Reskrim Polresta Depok melakukan olah TKP. Dan mengamankan dua orang pria yang di duga telah melakukan penganiayaan secara bersama sama terhadap korban. Pria tersebut bernama Zainal Arifin (41) dan Hermanto.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan, sabetan celurit tersebut tepat mengenai punggung, leher dan lengan. Sedangkan Hermanto setelah berhasil merebut pedang menusukan pedang tersebut ke arah rusuk Herman Lantang.

“Namun ketika ditangkap pelaku bernama Hermanto meninggal dunia karena sakit. Dan Afirin dijerat dengan pasal berlapis yakni 170 dan 350 KUHP,” ungkapnya.

Pasca keributan pada hari Minggu 18 Desember 2016 pukul 14.50 wib s/d 15.25 WIB, Polresta Depok mengadakan kegiatan Mediasi antara 2 kelompok pemuda tersebut. Adapun pihak yang hadir dalam mediasi tesrebut yakni Kapolresta Depok, AKBP Herri Heriawan, Kabagops Polresta Depok, Kompol Agus Widodo, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh, Kapolsek Pancoranmas, Kompol Hamonangan Nadadap, Perwakilan kedua kelompok pemuda, H. Nawawi, Lilik, Azazih Aziz, dan perwakilan keluarga tersangka, H. Muhamad akki.

Kapolresta Depok, AKBP Herri Heriawan menyampaikan, kejadian yang terjadi bukan merupakan kejadian keributan antar ormas atau agama, namun hanya kesalah pahaman yang mengakibatkan adanya korban jiwa.

“Diharapkan agar masing-masing ketua kelompok untuk meredam massanya, dan serahkan kepada pihak kepolisian dalam proses hukumnya saat ini tersangka telah diamankan,” ungkapnya.

Sedangkan H. Nawawi menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Depok yagn telah melakukan mediasi ini. Dan meminta agar pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku kepada keluarga tersangka Zaenal Arifin di minta pertanggungjawabannya kepada keluarga korban.

Menanggapi pernyataan H. Nawawi tersebut pihak keluarga Zaenal Arifin menyampaikan, pada intinya pihak keluarga Zaenal Arifin bersedia membantu dan bertanggungjawab terhadap keluarga korban yang meninggal.

“Himbauan Kapolresta Depok kepada keluarga Zaenal Arifin untuk meninggalkan Lokasi lahan tersebut karena status kuo (sengketa) akan dibicarakan atau dimusyawarahkan kepada keluarga yang berada di lahan tersebut,” lanjutnya.

Dalam mediasi tersebut disepakati pertama untuk tidak memperpanjang permasalahan dan saling meredam massa masing-masing. Kedua, menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk memproses para pelaku penganiayaan sesuai dengan hukum yang berlaku dan memberikan bantuan atau santunan kepada keluarga korban yang meninggal. (ade)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu